Kendal (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) RI bersama Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tikus di Desa Tabet, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu.
Dilansir dari laman
Kementan, kegiatan ini dilakukan sebagai langkah cepat mengatasi serangan hama tikus yang mengancam produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah tidak boleh membiarkan petani menghadapi persoalan di lapangan sendirian. Menurutnya, setiap kendala yang berpotensi mengganggu produksi pangan harus segera ditangani.
"Kita tidak boleh membiarkan petani berjuang sendiri. Begitu ada persoalan di lapangan, pemerintah harus hadir dan bergerak cepat. Produksi harus kita jaga karena pangan adalah kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi kunci menuju swasembada," ujar Amran.
Direktur Pelindungan Tanaman Pangan, Rachmad mengatakan gerakan pengendalian massal tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian agar setiap laporan dari petani segera direspons.
"Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, tidak boleh ada penundaan dalam menangani keluhan petani di lapangan. Kami di Ditjen Tanaman Pangan, khususnya jajaran pelindungan, wajib bergerak cepat mengawal dan mengamankan setiap jengkal lahan persawahan dari serangan hama," katanya.