Ciamis (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 tingkat kabupaten di Lapangan Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Senin.
Dilansir dari laman Jabarprov, kegiatan tersebut mengusung tema "Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan".
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi penopang utama perekonomian daerah.
Menurutnya, lebih dari 60 persen penduduk Kabupaten
Ciamis berprofesi sebagai petani dan buruh tani sehingga memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi.
"Yang bisa menekan inflasi dan pengangguran di Ciamis adalah para petani," ujar Herdiat dalam sambutannya.
Ia mengungkapkan, tingkat pengangguran di Kabupaten
Ciamis berhasil ditekan dari 7,22 persen menjadi 4,07 persen berkat perputaran ekonomi di sektor pertanian. Selain itu, Kabupaten
Ciamis juga mencatat surplus sejumlah komoditas pangan, seperti beras, daging ayam, dan telur ayam yang kini dipasarkan ke berbagai daerah.
Di tengah keterbatasan pupuk subsidi, petani Ciamis terus berinovasi dengan memanfaatkan pupuk organik. Tercatat, lebih dari 200 hektare lahan persawahan di daerah tersebut telah beralih menggunakan pupuk organik yang dinilai lebih murah, mudah diperoleh, dan mampu meningkatkan nilai jual hasil panen.
Keberhasilan sektor pertanian
Ciamis mendapat apresiasi dari Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Jawa Barat, Otong Wiranto. Ia menyebut
Ciamis layak menjadi percontohan di Jawa Barat karena konsisten menyelenggarakan peringatan Hari
Krida Pertanian setiap tahun.