Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memperkuat kemandirian fiskal Kota Medan.
Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemko) Medan tidak dapat terus bergantung pada Transfer ke Daerah (TKD), sehingga seluruh potensi pendapatan daerah harus dikelola secara maksimal.
Penegasan tersebut disampaikan Rico Waas saat memimpin Rapat Evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pajak dan Retribusi Tahun 2026 di Aula Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, Senin.
Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah
Kota Medan Wiriya Alrahman, Inspektur Erfin Fachrurrazi, Kepala Bapenda M Agha Novrian, pimpinan perangkat daerah, serta para camat se-
Kota Medan.
Rico Waas mengapresiasi adanya peningkatan pendapatan daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa target PAD setiap tahun juga terus meningkat sehingga dibutuhkan kerja keras dari seluruh jajaran pemerintah.
"Kita tidak bisa terus bergantung pada TKD. Karena itu, seluruh potensi PAD harus dioptimalkan agar kemandirian fiskal
Kota Medan semakin kuat," ujarnya.
Dalam arahannya, Rico Waas meminta Bapenda melakukan evaluasi terhadap rendahnya realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), mulai dari sistem yang digunakan, distribusi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), hingga tingkat kepatuhan wajib pajak.
Ia menilai masih adanya masyarakat yang ingin membayar pajak namun belum menerima SPPT harus segera menjadi perhatian.
Selain itu, Wali Kota Medan juga menyoroti rendahnya kepatuhan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), termasuk pada kendaraan dinas dan milik Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, aparatur pemerintah harus menjadi teladan dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Rico Waas juga menekankan pentingnya percepatan digitalisasi pajak melalui implementasi QRESTO, sistem pembayaran pajak restoran yang dikembangkan bersama Bank Indonesia dan Bank Sumut. Sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan transparansi sekaligus menutup potensi kebocoran penerimaan daerah.
Tidak hanya pada sektor restoran, ia juga mendorong digitalisasi diterapkan pada sektor pajak parkir agar seluruh transaksi dapat tercatat secara otomatis dan transparan.
Menutup arahannya,
Rico Waas menegaskan bahwa peningkatan PAD bukan semata-mata untuk mengejar target pendapatan, melainkan untuk memperkuat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Semakin kuat PAD, semakin besar kemampuan kita membangun Kota Medan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkasnya. (P3)