Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi merupakan salah satu pilar utama dalam membangun ekonomi kerakyatan yang mampu memperkuat seluruh kekuatan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta.
Menurut Presiden, Indonesia sebagai negara besar membutuhkan sinergi seluruh elemen ekonomi, mulai dari koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sektor swasta, badan usaha milik negara (BUMN), hingga badan usaha milik daerah (BUMD).
"Indonesia ini negara besar, kita butuh koperasi. Kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, BUMD, kita butuh semuanya. Ini harus menjadi kekuatan ekonomi. Itu yang saya maksud Indonesia Incorporated," ujar Presiden Prabowo.
Dalam sambutannya, Presiden menjelaskan bahwa arah pembangunan ekonomi Indonesia harus kembali berpijak pada cita-cita para pendiri bangsa, yakni ekonomi yang berlandaskan semangat kekeluargaan dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh rakyat untuk berkembang.
Presiden juga menekankan bahwa pembangunan ekonomi nasional harus kembali pada amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama.
"Cukup lama kita berjuang untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke arah yang dirancang oleh pendiri-pendiri bangsa kita, yaitu ekonomi kekeluargaan, ekonomi kerakyatan, ekonomi di mana semua unsur harus berperan dan harus diberi kesempatan," katanya.
Prabowo menegaskan, penguatan koperasi tidak berarti mengesampingkan peran sektor usaha lainnya. Menurutnya, seluruh sektor ekonomi harus diperkuat secara bersama-sama agar potensi ekonomi nasional dapat berkembang secara seimbang.
"Koperasi adalah salah satu sokoguru. Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti kita akan memperlemah yang lain. Kita perkuat semuanya," tegasnya.
Presiden menilai koperasi memiliki peran strategis sebagai wadah bagi masyarakat untuk menghimpun kekuatan ekonomi melalui semangat gotong royong. Dengan kebersamaan, koperasi diyakini mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Seperti sapu lidi, satu lidi lemah. Tapi bergabung itu kekuatan. Gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia," ujarnya.
Di akhir sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan optimismenya bahwa kebangkitan koperasi akan mendorong perputaran ekonomi yang lebih besar di daerah, mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Ekonomi kita akan bangkit dari desa, kecamatan, kabupaten dan uangnya akan tinggal di desa, di kecamatan, di kabupaten. Kalau selama ini kekayaan rakyat Indonesia disedot, kita kembalikan sekarang. Ekonomi akan turun ke rakyat," pungkas Presiden Prabowo. (DKI1)