Karawang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) akan memperluas pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti gas elpiji.
Dilansir dari laman Jatengprov, pemanfaatan CNG di
Jawa Tengah bahkan mendapat perhatian Presiden
Prabowo Subianto dan akan dijadikan percontohan untuk diterapkan secara nasional.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Peluncuran Mandatori Bahan Bakar B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis.
Menurut Ahmad Luthfi, penggunaan CNG di
Jawa Tengah selama ini telah berjalan di sejumlah sektor dan ke depan akan terus diperluas, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga.
"Pemanfaatan CNG di Jawa Tengah sudah berjalan di berbagai sektor dan akan terus kami kembangkan, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga," ujar Luthfi.
Ia menjelaskan,
Jawa Tengah memiliki potensi energi baru dan terbarukan yang cukup besar, salah satunya melalui pemanfaatan CNG.
Bahkan, bahan bakar tersebut telah digunakan oleh sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Presiden
Prabowo Subianto mengapresiasi pemanfaatan CNG yang telah berkembang di
Jawa Tengah. Menurutnya, praktik tersebut akan diteruskan dan dikembangkan secara nasional.
"Baru kita ketahui bahwa kita punya CNG. Di Jateng penggunaan CNG sudah sangat banyak dan akan kita teruskan," kata Presiden Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan suatu bangsa. Indonesia, kata dia, memiliki sumber daya energi yang melimpah dan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
"Pemanfaatan energi seperti B50 dan CNG bukan sekadar pencapaian teknologi, melainkan bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Prabowo juga menyoroti besarnya potensi energi nasional, mulai dari cadangan panas bumi (geothermal), batubara, hingga gas alam yang dimiliki Indonesia.
"Kita memiliki cadangan geothermal yang sangat besar, cadangan batubara yang merupakan salah satu terbesar di dunia, serta cadangan gas yang besar," pungkasnya. (R)