Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas ingin kunjungan delegasi Hyejeon University dari Korea Selatan dimanfaatkan tidak hanya sebagai ajang pertukaran ilmu kuliner, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan produk-produk UMKM Kota Medan ke kancah internasional.
Hal tersebut disampaikan
Rico Waas saat menerima audiensi Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut terkait kunjungan delegasi Hyejeon University dan pelaksanaan K-Food Global Culinary Challenge 2026 di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat.
Dalam pertemuan itu, Rico Waas menegaskan Pemerintah Kota Medan siap mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan sukses dan memberikan dampak nyata bagi promosi pariwisata, budaya, serta pelaku usaha lokal.
Menurutnya, Galeri Dekranasda Kota Medan merupakan lokasi yang tepat untuk memperlihatkan potensi ekonomi kreatif daerah. Karena itu, ia meminta agar seluruh delegasi diajak berkunjung untuk melihat langsung berbagai produk hasil karya pelaku UMKM, mulai dari kerajinan tangan, fesyen, hingga makanan ringan khas Medan.
"Biarkan mereka melihat Medan melalui produk-produk UMKM yang kita miliki. Banyak kriya dan makanan ringan berkualitas yang layak diperkenalkan kepada tamu dari luar negeri," ujar Rico Waas.
Selain memperkenalkan produk UMKM,
Rico Waas juga berharap kunjungan tersebut menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Kota Medan, termasuk keberagaman busana tradisional Melayu, Batak, dan berbagai etnis lainnya yang menjadi identitas kota.
Ia juga mengusulkan agar delegasi diajak mengunjungi sejumlah destinasi wisata bersejarah, seperti Tjong A Fie Mansion, Istana Maimun, dan kawasan Kebun Bunga. Untuk mendukung agenda tersebut, Pemko Medan akan menyiapkan bus listrik agar rombongan dapat berkeliling dan menikmati berbagai potensi wisata Kota Medan.
Rico Waas turut meminta agar pelaku UMKM dilibatkan dalam pelaksanaan K-Food Global Culinary Challenge 2026. Menurutnya, UMKM yang bergerak di bidang kuliner Korea, Jepang, maupun Tionghoa dapat berinteraksi langsung dengan para chef, profesor, dan mahasiswa dari Korea Selatan.
"Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha lokal dapat mempelajari tren kuliner yang sedang berkembang, termasuk makanan jalanan Korea yang tengah digemari masyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua BPD
PHRI Sumut Melky Maydiroy Waas, menjelaskan sebanyak 33 delegasi Hyejeon University yang terdiri dari mahasiswa, profesor, dan master chef akan berada di Sumut pada 13-16 Juli 2026.
Selama berada di Medan, mereka dijadwalkan mengunjungi sejumlah kampus dan sekolah, menggelar seminar, workshop, demonstrasi memasak, pameran kuliner Korea, serta roadshow edukasi ke sejumlah SMK.
Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan K-Food Global Culinary Challenge 2026 yang akan digelar pada 16 Juli 2026 di Hotel Santika Medan.
Melky berharap kolaborasi tersebut tidak hanya mempererat hubungan Indonesia dan Korea Selatan di bidang pendidikan dan kuliner, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi pengembangan industri pariwisata, perhotelan, kuliner, dan UMKM di Kota Medan. (P3)