Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 menjadi instrumen strategis pemerintah untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai fondasi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Dilansir dari laman Kemenkeu, hal tersebut disampaikan Purbaya saat memberikan kuliah umum bertajuk
APBN untuk Indonesia Maju: Menjaga Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan, dan Pembangunan di Universitas Diponegoro, Semarang, Jumat.
Menurutnya, APBN tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan talenta nasional.
"Melalui kebijakan fiskal yang disiplin, pemerintah terus mengoptimalkan potensi strategis Indonesia, mulai dari posisi geografis yang menguntungkan, kekayaan sumber daya alam, hingga bonus demografi sebagai modal utama menuju
Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Pemerintah menargetkan Indonesia masuk dalam lima besar kekuatan ekonomi dunia pada 2045. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan SDM yang unggul, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Karena itu, pemerintah menempatkan pembangunan talenta sebagai bagian penting dari strategi transformasi ekonomi nasional.
Pengembangan talenta dilakukan secara terpadu dengan menggabungkan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) bersama ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi. Sebagai bentuk komitmen,
APBN 2026 mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, merevitalisasi sekolah, mendukung Program Makan Bergizi Gratis, serta memperkuat pembiayaan beasiswa melalui LPDP.
Pemerintah juga mengarahkan program beasiswa LPDP agar lebih berfokus pada bidang-bidang prioritas, terutama STEM dan sektor strategis yang mendukung transformasi ekonomi nasional.
Di sisi lain, Purbaya menilai fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat meski dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.
Pertumbuhan ekonomi, inflasi, defisit fiskal, serta rasio utang pemerintah masih berada pada level yang sehat sehingga
APBN tetap mampu menjalankan fungsi sebagai shock absorber untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Menutup paparannya, Purbaya menegaskan APBN bukan sekadar instrumen pengelolaan keuangan negara, melainkan investasi strategis untuk mencetak generasi unggul Indonesia.
Dengan stabilitas ekonomi yang terjaga dan kualitas SDM yang terus ditingkatkan, pemerintah optimistis mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing menuju
Indonesia Emas 2045. (R)