Semarang (buseronline.com) - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, meninjau realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Jawa Tengah sekaligus memantau pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Semarang I, Jumat.
Dilansir dari laman Kemenkeu, dalam kunjungan tersebut,
Menkeu menyampaikan bahwa kinerja
APBN di
Jawa Tengah hingga Semester I 2026 tetap terjaga meski perekonomian menghadapi berbagai tantangan.
Pendapatan negara telah terealisasi sebesar 46,56 persen dari target atau tumbuh 13,33 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, belanja negara telah mencapai 52,06 persen dari pagu yang ditetapkan.
Kinerja fiskal tersebut turut menopang pertumbuhan ekonomi
Jawa Tengah yang mencapai 5,89 persen. Pertumbuhan didukung oleh sektor industri, perdagangan, serta berbagai program pemerintah yang mendorong produktivitas masyarakat.
"Kementerian Keuangan di Jawa Tengah terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah dengan indikator ekonomi yang masih perlu diperkuat," ujar Purbaya.
Selain mengevaluasi kinerja
APBN,
Menkeu juga memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), serta pembangunan Sekolah Rakyat.
Hingga pertengahan 2026, Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 9,16 juta penerima manfaat melalui 4.635 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Program ini melibatkan 18.854 pemasok lokal dan menciptakan lebih dari 193 ribu lapangan kerja, sehingga tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) bersama Kantor Wilayah DJPb dan KPPN melakukan pendampingan di sejumlah SPPG di Jawa Tengah, di antaranya di Klaten, Magelang, dan Semarang.
"DJPb agar memonitor seluruh program prioritas pemerintah, termasuk melakukan monitoring MBG secara nasional dan terstruktur," tegas
Menkeu.
Di sektor ekonomi desa, pemerintah terus memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hingga kini telah terbentuk 8.523 koperasi di Jawa Tengah dengan lebih dari 43 ribu volume transaksi.
Koperasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi produktif sekaligus menjadi penggerak ekonomi lokal.
Sementara itu, Program Sekolah Rakyat di Jawa Tengah telah berjalan di 16 kabupaten/kota melalui 16 lokasi sekolah. Sebanyak 110 rombongan belajar telah melayani sekitar 3.080 siswa, dengan pembangunan sekolah yang terus dipercepat untuk memperluas akses pendidikan berkualitas.
Menutup kunjungannya, Purbaya mengapresiasi jajaran Kementerian Keuangan di
Jawa Tengah yang terus menjaga kualitas pelaksanaan
APBN sekaligus mengawal berbagai program prioritas pemerintah.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, serta optimalisasi belanja APBD agar memberikan dampak yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (R)