Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menjajaki kerja sama strategis dengan PT Rumah Tani Nusantara (RTN) untuk memperkuat pengendalian inflasi melalui pemanfaatan teknologi pertanian, penguatan rantai pasok hortikultura, dan optimalisasi sistem perdagangan komoditas pangan.
Rencana kerja sama tersebut mengemuka saat Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap menerima audiensi jajaran Direksi PT Rumah Tani Nusantara bersama Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat.
Sulaiman Harahap mengatakan, pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah demi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan melindungi daya beli masyarakat. Karena itu, inisiatif PT Rumah Tani Nusantara dinilai sejalan dengan upaya Pemprov Sumut dalam membangun sistem distribusi pangan yang lebih baik.
"Kita maunya masyarakat tenang dan nyaman. Pengalaman sebelumnya menunjukkan harga cabai sempat melonjak tinggi. Karena itu, sistem penataan pasokan seperti ini sangat dibutuhkan. Kami berharap pembahasan teknis segera dilakukan agar kerja sama dapat dirumuskan sesuai ketentuan," ujarnya.
Ia juga meminta PT Rumah Tani Nusantara segera berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Sumut guna membuka peluang kemitraan perdagangan, memperkuat distribusi, serta meningkatkan kapasitas penyimpanan komoditas pangan.
Deputi Direktur BI Perwakilan Sumut Abdul Khalim menilai PT Rumah Tani Nusantara berpotensi menjadi mitra strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga komoditas pertanian. Menurutnya, jaringan perusahaan dapat dimanfaatkan untuk menyerap hasil panen saat terjadi surplus sehingga harga di tingkat petani tetap stabil, sekaligus menjadi pemasok ketika pasokan berkurang.
Selain itu, pemanfaatan sistem data perdagangan digital diharapkan mampu membantu pemerintah memantau pergerakan harga secara lebih cepat sehingga langkah intervensi pasar dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara Bachtiar menyatakan pihaknya siap mendukung ketahanan pangan di Sumut. Dengan jaringan distribusi yang mencakup Pekanbaru, Batam hingga pasar ekspor, perusahaan siap membantu menyalurkan hasil panen saat produksi melimpah maupun memasok kebutuhan ketika terjadi kekurangan stok.
PT Rumah Tani Nusantara juga mengungkapkan telah mengelola kemitraan lahan lebih dari 15.000 hektare dan memberdayakan puluhan ribu petani, termasuk melalui program regenerasi petani muda.
Pada 2026, perusahaan akan memperluas sarana logistik guna mempercepat distribusi komoditas hortikultura, seperti cabai, kentang, dan bawang, dari sentra produksi di Kabupaten Karo dan daerah lainnya.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti rencana kerja sama melalui pembahasan yang lebih teknis dengan melibatkan perangkat daerah terkait dan BUMD.
Hasil pembahasan itu diharapkan bermuara pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar penguatan stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi di Sumut. (P3)