Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bandung membagikan pengalaman dalam pengembangan digitalisasi parkir dan sistem transportasi terintegrasi kepada Pemerintah Kota Padang dalam kunjungan kerja yang berlangsung di Pendopo Kota Bandung, Minggu.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Kota Bandung yang dihuni sekitar 2,6 juta penduduk dengan jumlah kendaraan bermotor mencapai 2,3 juta unit membutuhkan sistem pengelolaan transportasi yang lebih modern. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,7 juta merupakan sepeda motor sehingga kebutuhan ruang parkir terus meningkat setiap tahun.
Menurut Farhan, Pemerintah Kota Bandung terus menata sistem perparkiran melalui digitalisasi guna menciptakan pengelolaan parkir yang lebih tertib sekaligus mendukung kelancaran arus lalu lintas di berbagai kawasan.
Selain itu, Pemko Bandung juga mendorong pembangunan gedung parkir melalui investasi swasta sebagai solusi untuk mengurangi kendaraan yang parkir di badan jalan.
"Kami sedang mencari investor untuk pembangunan gedung parkir. Harapannya, pengembangan pusat perbelanjaan maupun hotel juga diikuti dengan penyediaan fasilitas parkir yang memadai sehingga mampu mengurangi parkir di badan jalan," ujar Farhan dilansir dari laman Jabarprov.
Ia menambahkan, meningkatnya jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh, rencana beroperasinya kembali Bandara Husein Sastranegara, serta semakin baiknya konektivitas jalan tol akan meningkatkan mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut dinilai memperkuat kebutuhan akan sistem transportasi dan perparkiran yang lebih efisien.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan, Kota Bandung dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai berhasil mengembangkan digitalisasi parkir dan sistem transportasi.
Menurut Maigus, Kota Padang juga menghadapi tantangan serupa seiring pembangunan flyover, jalan tol menuju Bukittinggi, serta berkembangnya kawasan wisata. Karena itu, pihaknya ingin mempelajari inovasi yang telah diterapkan di Kota Bandung.
"Kami melihat Bandung sudah lebih maju dalam digitalisasi parkir maupun sistem transportasi. Karena itu kami datang untuk belajar dan berbagi pengalaman agar dapat diterapkan di Kota Padang," kata Maigus.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Padang juga memperkenalkan aplikasi Padang Mobile yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan, transportasi umum, serta pembinaan karakter digital bagi masyarakat. (R)