Semarang (buseronline.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah pada Juni 2026 mencapai 118,27 atau naik 0,75 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 117,39. Dilansir dari laman Jatengprov, kenaikan tersebut menunjukkan daya beli petani di Jawa Tengah semakin membaik.
Kepala BPS Provinsi
Jawa Tengah Ali Said mengatakan
Jawa Tengah menjadi satu dari tiga provinsi di Pulau Jawa yang mengalami kenaikan NTP pada Juni 2026. Dua provinsi lainnya adalah Jawa Barat dan Banten, sementara tiga provinsi lain justru mencatat penurunan NTP.
"Ada tiga provinsi di Pulau Jawa yang mengalami kenaikan NTP, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten," ujar Ali Said dalam rilis Indikator Strategis Jawa Tengah yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi BPS Jateng, Rabu.
Menurut Ali, kenaikan NTP
Jawa Tengah terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) meningkat lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib).
Indeks harga yang diterima petani naik 1,25 persen menjadi 154,76, sedangkan indeks harga yang dibayar petani hanya naik 0,49 persen menjadi 130,85.
Kenaikan indeks harga yang diterima petani terutama didorong oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pertanian, seperti gabah, bawang merah, jagung, kol atau kubis, dan wortel.
Sementara itu, kenaikan indeks harga yang dibayar petani dipengaruhi oleh naiknya harga bawang merah, bensin, bakalan sapi, dan bawang putih. Ia menjelaskan, NTP merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan dan daya beli petani.
Semakin tinggi NTP, semakin besar kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan hidupnya karena pendapatan dari hasil pertanian meningkat lebih cepat dibandingkan pengeluaran yang harus mereka keluarkan.
Selain mencatat peningkatan NTP, BPS Jawa Tengah juga melaporkan nilai ekspor Jawa Tengah pada Mei 2026 mencapai 1,298 miliar dolar AS atau meningkat 33,67 persen dibandingkan Mei 2025.
"Peningkatan utama nilai ekspor didorong oleh ekspor komoditas nonmigas yang mencapai 1,175 miliar dolar AS atau naik 22,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Ali.
Di sisi lain, inflasi tahunan (year-on-year) Jawa Tengah pada Juni 2026 tercatat sebesar 2,92 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,64. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tegal sebesar 3,13 persen, sedangkan yang terendah berada di Kabupaten Wonosobo sebesar 2,76 persen.
Sementara itu, inflasi bulanan (month-to-month) pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,31 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date) mencapai 1,51 persen. (R)