Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) terus memastikan ketersediaan dan distribusi energi bagi masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Dilansir dari laman
Pertamina, melalui jaringan distribusi yang terintegrasi,
Pertamina menyalurkan
BBM dan
LPG untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Pertamina melalui Subholding Downstream menyalurkan 18,23 juta kiloliter Solar Subsidi, 28,06 juta kiloliter Pertalite, 507 ribu kiloliter minyak tanah, serta 8,52 juta metrik ton LPG Tabung 3 Kg.
Hingga akhir 2025, distribusi energi didukung oleh 15.380 titik penyaluran
BBM dan 273.388 pangkalan
LPG yang tersebar di 38 provinsi. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung penyaluran energi agar pasokan tetap tersedia di berbagai daerah.
Untuk memperluas akses energi di wilayah 3T, Pertamina telah mengoperasikan 588 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang dibangun sepanjang 2017-2025. Program ini bertujuan memastikan masyarakat memperoleh BBM dengan harga yang sama seperti di wilayah lain.
Selain itu,
Pertamina juga mengoperasikan 6.703 Pertashop di wilayah yang belum terjangkau SPBU. Sementara melalui Program One Village One Outlet (OVOO), distribusi
LPG bersubsidi telah menjangkau 70.451 desa dan kelurahan atau sekitar 96,3 persen wilayah Indonesia.
Kelancaran distribusi energi turut ditopang 481 armada kapal yang beroperasi sepanjang 2025, terdiri atas 110 kapal tanker, satu unit Floating Storage Offloading (FSO), dan 370 marine support vessel.
Armada tersebut berperan menjaga kelancaran distribusi
BBM,
LPG, dan produk energi lainnya ke berbagai wilayah di Indonesia.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengatakan ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pasokan, tetapi juga kemampuan mendistribusikannya hingga ke seluruh pelosok negeri.
"Sebagai BUMN energi,
Pertamina mengemban amanah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh akses energi di mana pun mereka berada. Karena itu, kami terus memperkuat jaringan distribusi dan infrastruktur agar
BBM maupun
LPG dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal," ujar Baron.
Menurutnya, Pertamina akan terus memperkuat infrastruktur distribusi, memperluas jangkauan program BBM Satu Harga, Pertashop, serta jaringan pangkalan LPG agar akses energi semakin mudah, merata, dan andal bagi masyarakat.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan energi nasional dan dukungan terhadap aktivitas ekonomi di seluruh Indonesia. (R)