Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengapresiasi dukungan Asian Development Bank (ADB) dalam mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Workshop Special Economic Zones (SEZ) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang diharapkan memperkuat pengelolaan dan pengembangan KEK
Sei Mangkei.
Hal itu disampaikan Pj Sekda Sumut Sulaiman Harahap, saat menerima kunjungan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Deputi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Sonny Ameriansah Soekoer, Regional Cooperation Specialist Regional Cooperation and Integration Unit Southeast Asia Department ADB Pamela Asis-Layugan, Academic, Economist and International Trade Expert Aradhna Aggarwal, serta National Consultant Regional Cooperation and Integration Unit Southeast Asia Department ADB Alona Mae Agustin di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat.
Sulaiman mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama subregional Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), dan Greater Mekong Subregion (GMS). Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas pengelolaan kawasan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing investasi di Sumut.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas pengelolaan KEK, meningkatkan kualitas tata kelola kawasan ekonomi, serta mendukung pengembangan KEK Sei Mangkei sebagai kawasan unggulan Sumatera Utara," ujar Sulaiman.
Ia juga menyampaikan bahwa Sumut merasa bangga dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan IMT-GT ke-32. Kepercayaan tersebut dinilai menjadi bukti peran strategis Sumut dalam kerja sama ekonomi regional.
Menurutnya, sinergi dengan ADB perlu terus diperkuat guna menyukseskan agenda tersebut. Kolaborasi itu diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sulaiman juga menegaskan bahwa Sumut memiliki potensi besar di sektor perkebunan sawit yang dapat menjadi kekuatan utama dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus.
Sementara itu, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Deputi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Sonny Ameriansah Soekoer mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari persiapan penyelenggaraan IMT-GT ke-32 yang akan berlangsung pada September mendatang.
"IMT-GT merupakan satu-satunya kegiatan yang melibatkan pemerintah daerah. Salah satu tujuannya adalah mensinergikan kebijakan pembangunan di Sumatera. ADB berperan sebagai strategic advisor yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah," kata Sonny.
Di sisi lain, Regional Cooperation Specialist ADB Pamela Asis-Layugan menyampaikan bahwa ADB memiliki peran penting sebagai mitra pembangunan regional, tidak hanya dalam pengembangan kawasan ekonomi, tetapi juga memperkuat konektivitas antarkawasan sebagai bagian dari pembangunan koridor ekonomi lintas batas.
"Melalui workshop SEZ, kita dapat mengetahui koridor mana yang layak dikembangkan sehingga mampu meningkatkan kekuatan ekonomi daerah maupun ekonomi nasional," ujarnya.
Selain itu, ADB juga terus mendukung peningkatan kapasitas aparatur sipil negara melalui berbagai program capacity building yang mencakup pengembangan ekonomi, pariwisata, hingga sektor-sektor strategis lainnya untuk mendukung pembangunan kawasan. (P3)