Green Card UNESCO Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat, Gubernur Sumut Dorong Pengembangan Danau Toba

Heri - Kamis, 25 Juni 2026 19:01 WIB
Gubernur Sumut Bobby Nasution saat menerima audiensi jajaran pengelola TCUGG di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (23/6/2026).

Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumut Bobby Nasution menegaskan bahwa keberhasilan Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGG) mempertahankan status Green Card UNESCO harus mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat di kawasan Danau Toba.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi jajaran pengelola TCUGG di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa.

Menurut Bobby, status Green Card UNESCO yang berhasil dipertahankan melalui kerja keras berbagai pihak harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

"Kunci utamanya adalah bagaimana menjadikan label Green Card yang hari ini sudah kita capai dengan kerja keras bersama ini benar-benar bisa menghasilkan satu nilai tambah yang baik. Pertama, untuk pariwisata kita tentunya di mana kunjungan meningkat. Kedua, masyarakat harus merasakan manfaat ekonominya secara langsung," ujar Bobby.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses revalidasi UNESCO hingga Kaldera Toba kembali mendapatkan pengakuan internasional. Menurutnya, pengembangan pariwisata Danau Toba harus tetap mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

"Rumah kita ini menjadi salah satu jawaban masa depan pariwisata yang menjaga keseimbangan alam," katanya.

Sementara itu, General Manager Geopark Kaldera Toba Azizul Kholis melaporkan bahwa hasil revalidasi TCUGG telah resmi diakui UNESCO dan sertifikat kelulusan telah diterbitkan. Meski sempat terkendala keberangkatan ke Prancis akibat situasi geopolitik global dan pembatasan penerbangan, dokumen legalitas tersebut kini telah diterima secara resmi.

Dalam kesempatan itu, Azizul juga memaparkan sejumlah agenda pengembangan geopark, termasuk pelaksanaan Geopark Festival serta penerapan rute perjalanan wisata baru (Geo-Trail) yang mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026.

Berbeda dengan pola perjalanan sebelumnya yang lebih terpusat di kawasan Parapat, rute baru tersebut akan menghubungkan kawasan wisata utara dan selatan Danau Toba melalui Haranggaol, Porsea hingga Simalungun.

Selain pengembangan destinasi, TCUGG juga melaporkan sejumlah capaian kerja sama internasional, termasuk program pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan melalui aksi penanaman hampir 2.000 pohon di kawasan kaldera.

Pengelola geopark juga tengah merancang konektivitas wisata internasional yang menghubungkan Danau Toba dengan Phuket, Thailand. Selain itu, sedang dijajaki pembentukan pusat studi riset geopark pertama di Asia yang didukung oleh jejaring pakar global dan Badan Riset dan Inovasi.

Langkah-langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Toba Caldera UNESCO Global Geopark sebagai destinasi wisata kelas dunia serta membuka peluang bagi Sumatera Utara menjadi tuan rumah forum geopark internasional pada tahun 2029. (P3)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pemprov Sumut Bentuk Satgas Judi Online, Awasi ASN hingga Pegawai BUMD

Ekonomi

Pemkab Taput dan OJK Sumut Luncurkan Skema Sejagat, Target Buka 1.000 Hektare Lahan Pertanian Baru

Ekonomi

Pemprov Sumut Gencarkan Patroli Gabungan Berantas Peredaran Narkoba

Ekonomi

Gubernur Sumut dan Wali Kota Padangsidimpuan Bahas Huntap Hingga Infrastruktur

Ekonomi

Sumut Bangun Dua Akses Baru ke Wisata Air Panas Karo, Dorong Pengembangan Kampung Wisata

Ekonomi

Tokoh Pers dan Gereja Kenang Dedikasi dan Keteladanannya