Semarang (buseronline.com) - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan dukungan penuh terhadap upaya menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat investasi nasional.
Dilansir dari laman Jatengprov, dukungan tersebut disampaikan Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Pusat, Bob Azam, saat melakukan audiensi dengan Gubernur
Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Kamis.
Menurut Bob, Jawa Tengah memiliki berbagai keunggulan yang membuatnya sangat kompetitif sebagai tujuan investasi, mulai dari ketersediaan wilayah, infrastruktur, hingga tenaga kerja yang memadai.
Ia bahkan menilai
Jawa Tengah berpotensi bersaing dengan negara-negara kawasan seperti Vietnam dalam menarik investasi.
Ia juga menyoroti kinerja sejumlah daerah di Jawa Tengah, seperti Kendal dan Batang, yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Kabupaten Kendal disebut mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 9 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional.
Selain itu, beberapa wilayah di
Jawa Tengah juga memiliki tingkat Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang relatif rendah, yang menunjukkan efisiensi investasi yang baik.
Apindo turut mendukung langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat infrastruktur penunjang kawasan industri, termasuk revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas serta rencana pembangunan dry port di Batang dan Kendal.
Menurut Bob, peningkatan infrastruktur tersebut akan semakin memperkuat daya saing
Jawa Tengah sebagai daerah tujuan investasi.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas dukungan Apindo. Ia menegaskan bahwa investasi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah, selain Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia juga menyebut posisi strategis
Jawa Tengah di tengah Pulau Jawa, ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif, serta kemudahan perizinan sebagai faktor penting yang mendukung iklim investasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjut Luthfi, terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung kawasan industri melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas dan pengembangan dry port di Batang dan Kendal.
Selain itu, Pemprov
Jawa Tengah juga aktif mempromosikan potensi investasi kepada investor domestik maupun asing guna memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. (R)