Medan (buseronline.com) - Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 harus menjadi momentum penting untuk membenahi akurasi data kemiskinan di Kota Medan.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan perdana tim Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan untuk pendataan di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Medan, Jalan Gurila, Kecamatan Medan Perjuangan, Jumat.
Menurut Zakiyuddin, ketidakakuratan data warga miskin selama ini masih menjadi persoalan yang berdampak pada penyaluran berbagai program bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).
"Pendataan 10 tahun sekali ini sangat krusial karena berkaitan langsung dengan bantuan PKH. Kita harus akui, sampai saat ini data warga miskin terkadang tidak begitu akurat. Akibatnya, ada warga yang semestinya mendapat bantuan PKH malah luput, dan sebaliknya warga yang seharusnya tidak menerima justru mendapat bantuan," ujarnya.
Ia menambahkan, kemajuan teknologi saat ini seharusnya mampu mendukung pemerintah dalam memperoleh data sosial-ekonomi masyarakat yang lebih akurat dan mutakhir.
"Seharusnya dengan perkembangan teknologi saat ini, kita bisa dengan mudah mendapatkan data warga miskin yang akurat. Semoga lewat sensus ini, data kita bisa benar-benar bersih," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Zakiyuddin juga menceritakan pengalamannya saat mengikuti proses pendataan. Ia mengaku cukup banyak pertanyaan yang diajukan petugas sensus untuk menggali kondisi sosial dan ekonomi responden. "Banyak juga pertanyaannya. Macam terdakwa kita," selorohnya yang disambut tawa para jurnalis dan petugas BPS.
Meski diselingi canda, Zakiyuddin menegaskan pentingnya kejujuran masyarakat dalam memberikan informasi kepada petugas sensus. Menurutnya, data yang valid hanya dapat diperoleh jika masyarakat memberikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya.
"Kita harus berkata jujur tentang kehidupan sehari-hari, biaya hidup, dan usaha kita. Harus diberikan secara jujur agar bisa didata dengan tepat oleh Badan Statistik," tegasnya.