Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, di Jakarta. Percakapan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan Indonesia dan Palestina yang selama ini terjalin dalam semangat solidaritas, persaudaraan, dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Teddy Indra Wijaya, mengatakan bahwa dalam pembicaraan tersebut Presiden Mahmoud Abbas menyampaikan perkembangan terkini situasi di Palestina sekaligus mengapresiasi dukungan yang terus diberikan Indonesia.
"Presiden Mahmoud Abbas menyampaikan perkembangan terkini di Palestina serta menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan nyata Indonesia kepada rakyat Palestina," ujar Teddy dalam keterangan tertulis.
Menurut Teddy, Presiden Abbas juga menyampaikan harapannya agar Indonesia tetap memainkan peran aktif dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina di tengah berbagai dinamika global yang terjadi saat ini. Abbas menilai suara Indonesia memiliki pengaruh penting dalam berbagai forum internasional.
Ia menyebut kepemimpinan Presiden Prabowo mendapat perhatian luas dari masyarakat internasional, terutama dalam upaya memperjuangkan perdamaian dan keadilan bagi rakyat Palestina.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina. Kepala Negara juga mendorong terciptanya perdamaian yang adil, berkelanjutan, dan bermartabat bagi rakyat Palestina.
Dukungan Indonesia terhadap Palestina selama ini diwujudkan melalui berbagai langkah konkret. Sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo aktif menginisiasi bantuan kemanusiaan, mulai dari pengiriman logistik melalui jalur udara dan laut, pengiriman kapal rumah sakit dan tenaga kesehatan, hingga program pendidikan bagi 100 anak Palestina di Universitas Pertahanan.
Selain bantuan kemanusiaan, Indonesia juga secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional. Sikap tersebut merupakan bagian dari politik luar negeri Indonesia yang berlandaskan pada prinsip kemerdekaan, kemanusiaan, dan perdamaian dunia.
Melalui komunikasi antara kedua pemimpin tersebut, Indonesia kembali menegaskan posisinya untuk terus berdiri bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan hak-hak mereka serta mendukung terwujudnya perdamaian yang adil di kawasan Timur Tengah. (DKI1)