Bandung (buseronline.com) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kompas pembangunan Kota Bandung dalam satu dekade mendatang.
Dilansir dari laman Jatengprov, melalui data yang akurat dan komprehensif, pemerintah diharapkan dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Plaza Balai Kota Bandung, Senin. Kegiatan itu menandai dimulainya rangkaian persiapan pelaksanaan sensus ekonomi yang akan dilaksanakan secara nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut Farhan, sensus ekonomi yang digelar setiap 10 tahun sekali memiliki peran strategis sebagai dasar penyusunan berbagai asumsi pembangunan ekonomi makro, baik di tingkat daerah maupun nasional.
"Asumsi pembangunan ekonomi makro harus didasarkan pada hasil sensus yang dilakukan setiap 10 tahun sekali, sambil kita melakukan pengumpulan data tahunan untuk memantau berbagai perkembangan," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan yang berhasil tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan data yang berkualitas. Oleh karena itu, setiap kebijakan pemerintah harus disusun berdasarkan fakta dan kondisi nyata yang terjadi di lapangan.
Farhan menilai Indonesia sebagai bangsa besar harus terus bergerak maju dengan menjadikan data sebagai landasan utama dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, pendekatan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy) kini menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
"Kebijakan serta pembangunan berdasarkan data atau evidence-based ini harus dilakukan melalui pengumpulan data yang baik dan sistematis," katanya.
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 akan memotret kondisi dan perkembangan dunia usaha di Indonesia secara menyeluruh. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi rujukan penting bagi pemerintah dalam merumuskan strategi pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan responsif terhadap perubahan zaman.
Farhan juga menyoroti dinamika ekonomi Kota
Bandung yang semakin kompleks. Sebagai salah satu pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata di Indonesia,
Bandung dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi secara cepat.