Bandung (buseronline.com) - West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 resmi ditutup Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, di Exhibition Hall Summarecon Mall Bandung, Minggu.
Dilansir dari laman Jabarprov, selama tiga hari penyelenggaraan, ajang perdagangan internasional tersebut berhasil membukukan transaksi senilai Rp25,09 miliar atau setara 1,4 juta dolar Amerika Serikat.
Dalam sambutannya, Erwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan WIITEX 2026.
Menurutnya, pameran tersebut bukan hanya menjadi sarana promosi produk unggulan daerah, tetapi juga wadah strategis yang mempertemukan pelaku usaha dengan peluang pasar yang lebih luas.
WIITEX 2026 mengangkat tema The Golden Belt of Java: Coffee, Tea and Cocoa for the Future. Tema tersebut dinilai sejalan dengan arah pengembangan ekonomi Jawa Barat yang menitikberatkan pada kualitas, keberlanjutan, dan peningkatan nilai tambah komoditas unggulan.
"Kopi, teh, dan kakao merupakan komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pengembangannya perlu terus didorong melalui inovasi, hilirisasi, penguatan merek, serta perluasan akses pasar," ujar Erwan.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan kakao di Jawa Barat guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor yang masih digunakan sejumlah industri pengolahan cokelat. Menurutnya, potensi lahan yang tersedia di Jawa Barat cukup besar untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Nining Yuliastiani, melaporkan bahwa nilai transaksi selama
WIITEX 2026 berasal dari kegiatan ekspor, business matching, dan lelang komoditas unggulan.
Menurut Nining, salah satu komoditas yang paling diminati dalam lelang adalah teh premium Jawa Barat yang memiliki kualitas tinggi dan diminati pasar domestik maupun ekspor.
Ia juga mengungkapkan bahwa minat pembeli internasional terhadap produk unggulan Jawa Barat terus meningkat. Jumlah negara peserta business matching bertambah dari 11 menjadi 14 negara selama pelaksanaan pameran. Selain itu, sekitar 80 pembeli dan penjual turut berpartisipasi secara hybrid, baik secara daring maupun luring.
Nining menilai WIITEX berhasil menjadi wadah efektif untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli, penjual, dan eksportir dari berbagai negara. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan ekspansi pasar produk unggulan Jawa Barat semakin luas dan daya saing pelaku usaha terus meningkat.
Dengan berakhirnya
WIITEX 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap jejaring bisnis yang telah terbangun dapat terus berkembang serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan industri, perdagangan, dan perekonomian Jawa Barat. (R)