Presiden Jerman Sebut Indonesia Mitra Strategis dan Faktor Stabilitas di ASEAN

Administrator - Senin, 15 Juni 2026 21:55 WIB
Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier saat bersalaman dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Senin (15/6/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, menegaskan pentingnya hubungan strategis antara Jerman dan Indonesia dalam berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, hingga kerja sama kawasan. Hal tersebut disampaikannya dalam pernyataan pers bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Senin (15/6/2026).

Dalam kunjungan kenegaraannya ke Indonesia, Steinmeier mengaku senang dapat kembali mengunjungi Indonesia untuk keempat kalinya. Menurutnya, frekuensi kunjungan tersebut menunjukkan betapa pentingnya posisi Indonesia dalam hubungan luar negeri Jerman.

"Saya gembira bisa kembali berkunjung ke Indonesia. Ini merupakan keempat kalinya saya berkunjung ke sini. Jumlah kunjungan ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan dengan Indonesia bagi kami di Jerman," ujar Steinmeier.

Presiden Jerman tersebut menilai hubungan kedua negara yang telah diperkuat melalui Deklarasi Jakarta tahun 2012 terus mengalami perkembangan positif. Ia melihat masih banyak peluang yang dapat dikembangkan melalui kerja sama yang lebih erat di berbagai sektor strategis.

Menurut Steinmeier, Indonesia dan Jerman memiliki fondasi kemitraan yang kuat serta potensi besar untuk meningkatkan kolaborasi di masa mendatang. Ia juga mengapresiasi beragam isu strategis yang dibahas dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo.

Selain membahas hubungan bilateral, Steinmeier turut menyoroti peran Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut Indonesia sebagai salah satu pilar stabilitas di kawasan dan memiliki kontribusi penting dalam memperkuat peran ASEAN dalam menjaga keamanan regional.

"Indonesia merupakan faktor stabilitas penting di dalam kawasan ASEAN dan kami melihat bahwa Indonesia tidak hanya yakin akan peran itu, tetapi juga terus mengembangkan peran pentingnya," katanya.

Di bidang ekonomi, Steinmeier menyambut baik perkembangan perundingan Indonesia–Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Ia berharap proses ratifikasi perjanjian tersebut dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh kedua belah pihak.

Menurutnya, IEU-CEPA memiliki potensi besar untuk mendorong investasi baru, memperkuat kerja sama inovasi, serta membuka peluang lebih luas bagi perusahaan, khususnya usaha kecil dan menengah asal Jerman, untuk berinvestasi di Indonesia.

"Perjanjian ini mengandung potensi yang sangat besar. Dengan itu dimungkinkan investasi baru dan juga memberi peluang bagi perusahaan kecil dan menengah dari Jerman untuk mereka dibuka jalan untuk mengadakan investasi di Indonesia," ujar Steinmeier.

Ia menambahkan, implementasi perjanjian tersebut akan memberikan manfaat ekonomi yang saling menguntungkan bagi Indonesia dan Jerman serta semakin memperkuat hubungan kemitraan kedua negara di masa depan.

Kunjungan kenegaraan Presiden Steinmeier ke Indonesia menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin selama puluhan tahun sekaligus memperkuat kerja sama di tengah tantangan global yang semakin kompleks. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Prabowo Dukung Penuh Pengembangan Timnas dan Pencalonan Indonesia sebagai Tuan Rumah FIFA ASEAN 2026

Ekonomi

Wakil Wali Kota Medan: Sensus Ekonomi 2026 Momentum Perbaiki Akurasi Data Kemiskinan

Ekonomi

Presiden Prabowo Apresiasi Sukses Penyelenggaraan Haji 2026

Ekonomi

Wabup Taput Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Pelaku Usaha Berikan Data Akurat

Ekonomi

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Pembangunan Bandung Satu Dekade ke Depan

Ekonomi

Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Palestina