Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I-2026, Pemerintah Optimistis Hadapi Ketidakpastian Global

Heri - Minggu, 14 Juni 2026 08:15 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah menegaskan perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

Dilansir dari laman Kemenkeu, meski tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda, sejumlah indikator ekonomi nasional memperlihatkan kinerja yang positif.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen. Sementara itu, inflasi pada Mei 2026 tetap terkendali di level 3,08 persen secara tahunan (year-on-year).

Selain itu, neraca perdagangan masih mencatatkan surplus dan didukung cadangan devisa yang memadai, setara 5,6 bulan impor. Kinerja sektor manufaktur juga menunjukkan perbaikan pada Mei 2026 yang mengindikasikan penguatan aktivitas produksi nasional.

"Perbaikan sektor manufaktur menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi ke depan," ujar Purbaya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu.

Memasuki Triwulan II-2026, berbagai indikator ekonomi domestik terus menunjukkan tren yang membaik. Optimisme konsumen tetap terjaga, tercermin dari peningkatan aktivitas belanja masyarakat dan membaiknya Indeks Keyakinan Konsumen.

Aktivitas ekonomi juga tumbuh positif yang terlihat dari meningkatnya penjualan mobil dan sepeda motor, konsumsi listrik, serta penggunaan semen.

Meski demikian, nilai tukar rupiah hingga awal Juni 2026 masih menghadapi tekanan akibat sentimen global dan kondisi pasar keuangan internasional. Namun pemerintah optimistis penguatan sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan mampu menjaga stabilitas nilai tukar.

Pemerintah juga meyakini bahwa perbaikan tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE), pendalaman pasar keuangan, serta meningkatnya kepercayaan investor akan memperkuat pasokan valuta asing domestik sehingga rupiah dapat kembali menguat secara bertahap pada semester II-2026.

Di sisi lain, arus modal asing sepanjang Triwulan II-2026 menunjukkan perbaikan signifikan, terutama pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Meskipun pasar saham masih mencatat arus keluar modal, minat investor terhadap instrumen keuangan domestik secara keseluruhan tetap terjaga.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah terus menjalankan berbagai kebijakan strategis, mulai dari menjaga stabilitas harga BBM dan pangan, memastikan pasokan energi dan beras tetap aman, mempercepat penyerapan belanja negara, hingga memberikan stimulus guna mendukung daya beli masyarakat dan dunia usaha.

Pemerintah menilai kuatnya fundamental ekonomi nasional serta koordinasi kebijakan yang semakin solid menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi dan menyongsong tahun 2027. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu Ajak Jajaran Kemenkeu Jadikan Pancasila Pedoman Pengelolaan Keuangan Negara