Kementan Percepat Luas Tambah Tanam untuk Jaga Produksi Padi di Tengah Ancaman Kekeringan

Heri - Sabtu, 13 Juni 2026 13:59 WIB
Inspektur Jenderal Kementan yang juga Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Irham Warohian saat memimpin Rapat Percepatan LTT Padi Periode Juni-September 2026 di Kantor Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah mitigasi untuk menjaga produksi padi nasional menghadapi potensi kekeringan pada periode Juni hingga September 2026.

Dilansir dari laman Kementan, percepatan luas tambah tanam (LTT) menjadi strategi utama pemerintah guna memastikan ketersediaan beras tetap aman dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Inspektur Jenderal Kementan yang juga Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Irham Warohian mengatakan peningkatan luas tanam harus dilakukan secara terukur dan terkoordinasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

"Dengan langkah percepatan tanam yang tepat, kita optimistis produksi padi tetap terjaga sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi," ujar Irham saat memimpin Rapat Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Periode Juni-September 2026 di Kantor Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Jakarta, Senin.

Kementan memfokuskan percepatan tanam di 10 provinsi sentra produksi padi nasional, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Banten, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan.

Kesepuluh provinsi tersebut dinilai memiliki kontribusi besar terhadap produksi beras nasional sehingga menjadi prioritas pengamanan produksi.

Untuk mendukung percepatan tanam, Kementan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga, TNI, serta instansi teknis terkait. Peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) juga diperkuat guna memastikan pendampingan kepada petani berjalan optimal.

Selain mempercepat penyaluran bantuan pemerintah dan mengintensifkan Gerakan Tanam (Gertam), Kementan juga melakukan evaluasi distribusi pupuk bersubsidi agar kebutuhan petani terpenuhi tepat waktu dan tepat sasaran.

Menghadapi ancaman kekeringan, Kementan telah memetakan wilayah rawan terdampak serta memperkuat sistem peringatan dini (early warning system).

Berbagai upaya optimalisasi sumber daya air juga dilakukan melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan embung, sumur dangkal, pompanisasi, perpipaan, hingga penggunaan sumber air alternatif lainnya.

Di sektor budidaya, Kementan mendorong penggunaan varietas padi genjah dan toleran kekeringan seperti Inpago 4-13, Inpari 38-46, Situbagendit, Situpatenggang, Pajajaran, dan Cakrabuana yang disesuaikan dengan kondisi agroekosistem setempat.

Kementan juga akan mengoptimalkan potensi lahan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui koordinasi dengan ATR/BPN guna memperkuat Lahan Baku Sawah (LBS).

"Percepatan tanam adalah kunci menjaga kesinambungan produksi. Dengan kerja sama seluruh pihak, kita harus memastikan tidak ada lahan potensial yang menganggur dan setiap peluang tanam dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ketahanan pangan nasional," tegas Irham.

Melalui berbagai langkah tersebut, Kementan optimistis target luas tambah tanam dan produksi padi nasional dapat tercapai sehingga ketersediaan beras tetap terjaga, kesejahteraan petani meningkat, dan fondasi swasembada pangan nasional semakin kuat. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Ketua DPRD Toba Pimpin Reses Dapil I, Serap Aspirasi Masyarakat untuk Pembangunan 2027

Ekonomi

Prabowo Dorong Revitalisasi Stasiun Gambir dan Monas, Kereta Api Bali Segera Dikembangkan

Ekonomi

PAD dari Sewa Alat Berat PUTR Toba Capai 70 Persen hingga November 2026

Ekonomi

848 Wajib Pajak Manfaatkan Program Bebas Denda PBB-P2, Pemkab Toba Kumpulkan Rp432,8 Juta

Ekonomi

Bupati Taput Apresiasi 65 Tahun Bank Sumut, Dorong Kemudahan Akses KUR bagi UMKM

Ekonomi

Bupati Taput Tinjau Sejumlah Proyek Infrastruktur di Tarutung, Pastikan Kualitas Pembangunan