Menko Muhaimin: Program MBG Harus Tepat Sasaran dan Perkuat Ekonomi Masyarakat

Administrator - Jumat, 12 Juni 2026 20:04 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar.

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin usai membahas perbaikan tata kelola program MBG yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Menurut Muhaimin, pelaksanaan program MBG harus mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Dengan data tersebut, pemerintah memiliki dasar yang kuat untuk memastikan masyarakat yang paling membutuhkan menjadi prioritas penerima manfaat.

"Dalam pelaksanaan perbaikan manajemen MBG yang dikelola oleh BGN ini, saya mengingatkan untuk mengacu pada Inpres 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, di mana daerah tertinggal, kemiskinan ekstrem, kemiskinan, dan wilayah prioritas harus diutamakan," ujar Muhaimin.

Selain mengacu pada DTSEN, Muhaimin menegaskan bahwa program MBG juga harus selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Ia menyebut terdapat dua aspek penting yang harus menjadi perhatian dalam implementasi program tersebut.

Pertama, penerima manfaat MBG harus diprioritaskan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Kedua, program tersebut harus menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi yang melibatkan masyarakat berpenghasilan rendah agar manfaatnya tidak hanya dirasakan sebagai bantuan konsumsi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan.

Muhaimin optimistis berbagai perbaikan tata kelola yang dilakukan pemerintah akan semakin memperkuat keberhasilan salah satu program prioritas Presiden tersebut. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh niat baik, tetapi juga oleh tata kelola yang tepat dan kepemimpinan yang kuat.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem ekonomi yang tumbuh dari pelaksanaan program MBG. Menurutnya, program ini dapat menjadi sarana untuk mendorong lahirnya pelaku usaha baru sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat masyarakat.

"Salah satu ekosistem yang paling terbentuk adalah bagaimana menumbuhkan perilaku usaha baru, sekaligus menstabilkan harga sehingga diketahui untung dari proses MBG," katanya.

Program MBG diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas dengan melibatkan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, hingga wirausaha baru dalam rantai pasok penyediaan bahan pangan. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan. (DKI1)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Energi Alternatif, BBM dan LPG Subsidi Tetap

Ekonomi

Mentan Dorong Konsumsi Telur dan Ayam dalam Program MBG Tiga Kali Sepekan

Ekonomi

Presiden Prabowo: Kekayaan Alam Harus Dikelola untuk Kemakmuran Rakyat

Ekonomi

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Politik Luar Negeri Bebas Aktif Saat Terima Surat Kepercayaan Dubes

Ekonomi

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Tinjau Program Bakti TNI AD untuk Rakyat

Ekonomi

Pemkab Taput Gandeng Dua Yayasan Perkuat Konservasi dan Pembangunan Berkelanjutan