Pemkot Tanjungpinang Pelajari Inovasi QRESTO Milik Pemko Medan untuk Tingkatkan PAD

Heri - Jumat, 12 Juni 2026 10:25 WIB
Pemko Tanjungpinang melakukan kunjungan kerja ke Pemko Medan guna mempelajari inovasi teknologi keuangan QRESTO, Kamis (11/6/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota (Pemko) Medan guna mempelajari inovasi teknologi keuangan Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization (QRESTO), Kamis. Inovasi tersebut dinilai mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menutup potensi kebocoran pajak daerah.

Kunjungan yang dipimpin Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, disambut langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Balai Kota Medan. Pertemuan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman dan strategi dalam optimalisasi penerimaan pajak daerah.

Dalam kesempatan itu, Rico Waas menjelaskan bahwa Pemko Medan terus melakukan berbagai inovasi untuk memaksimalkan pendapatan daerah dari sektor pajak hotel, restoran, hiburan, hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Menurutnya, sistem pemungutan pajak restoran selama ini masih rentan terhadap kebocoran akibat metode pelaporan mandiri (self-assessment) maupun manipulasi alat perekam transaksi.

"Selama ini banyak restoran yang lapor sendiri. Pakai tapping box pun terkadang bisa dimatikan atau mereka membuat buku laporan ganda. Datanya jadi tidak valid. Jadi kita tidak hanya bicara mencari pendapatan baru, tapi bagaimana agar PAD yang harusnya masuk ke kas daerah tidak bocor ke mana-mana," ujar Rico.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Medan bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara dan Bank Sumut meluncurkan sistem QRESTO pada 27 April 2026.

Rico menjelaskan, QRESTO menggunakan teknologi split payment berbasis QRIS yang secara otomatis memisahkan pembayaran pajak dan pendapatan usaha saat transaksi dilakukan.

Melalui sistem tersebut, pajak restoran sebesar 10 persen langsung masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), sedangkan sisa pembayaran diterima oleh pelaku usaha.

"Begitu konsumen membayar, sistem langsung memecah dana seketika. Sepuluh persen pajak langsung masuk ke RKUD Pemko Medan, sementara hak pemilik restoran masuk ke rekening usaha mereka. Dengan demikian, potensi manipulasi data dapat ditutup sepenuhnya," katanya.

Rico berharap inovasi tersebut dapat diadopsi oleh daerah lain guna memperkuat tata kelola pajak daerah yang lebih transparan dan akuntabel. "Dengan inovasi QRESTO, kami optimistis persentase PAD dari sektor pajak akan meningkat signifikan," ucapnya.

Sementara itu, Lis Darmansyah menyampaikan apresiasi atas langkah inovatif yang dilakukan Pemko Medan. Menurutnya, Kota Medan merupakan salah satu daerah yang berhasil meningkatkan PAD melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam sistem perpajakan.

"Kami melihat Kota Medan adalah salah satu daerah yang paling berhasil dalam meningkatkan PAD. Kehadiran kami di sini untuk mempelajari berbagai inovasi pemungutan pajak yang nantinya akan kami coba terapkan di Kota Tanjungpinang, termasuk QRESTO," ujarnya.

Setelah pertemuan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teknis dari pihak Bank Indonesia terkait integrasi sistem QRESTO dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar dapat segera diimplementasikan di Kota Tanjungpinang.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah dari kedua daerah. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pemko Medan Sampaikan Ranperda LPJ APBD 2025, Pertahankan Opini WTP Enam Tahun Berturut-turut

Ekonomi

Pemko Medan Kembali Raih Opini WTP dari BPK, Pertahankan Prestasi Enam Tahun Berturut-turut

Ekonomi

Pemko Medan Serahkan BPJS Ketenagakerjaan untuk Ribuan Driver Ojol

Ekonomi

Pemko Medan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Begal Lewat APBD

Ekonomi

Pemko Medan Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Transparan dan Akuntabel

Ekonomi

Pemko Medan Dorong Pembentukan UPPKA untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga