Kementan Lepas Enam Varietas Unggul Baru, Perkuat Daya Saing Perkebunan Nasional

Heri - Selasa, 09 Juni 2026 16:00 WIB
Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan Semester I Tahun 2026 pada 4-5 Juni 2026 di Ciawi, Bogor.

Bogor (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) kembali memperkuat pengembangan sektor perkebunan nasional dengan melepas enam varietas unggul baru yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas perkebunan Indonesia.

Dilansir dari laman Kementan, persetujuan pelepasan varietas tersebut diberikan dalam Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan Semester I Tahun 2026 yang berlangsung di Ciawi, Bogor.

Enam varietas yang dilepas terdiri atas Aren Neera Kendal, Tebu JW01 UMG NX, Tebu SB11 UMG NX, serta Cengkeh Nusa Amahitu 1, Nusa Amahitu 2, dan Nusa Amahitu 3.

Direktur Perbenihan Perkebunan sekaligus Ketua Tim Penilai Varietas (TPV) Tanaman Perkebunan, Ebi Rulianti mengatakan seluruh varietas yang disetujui telah melalui proses evaluasi yang ketat sebelum dinyatakan layak untuk dilepas dan dikembangkan secara luas.

"Setiap varietas yang disetujui telah melalui proses evaluasi yang komprehensif, baik dari aspek keunggulan, stabilitas, maupun potensi pengembangannya. Kami berharap varietas-varietas ini dapat menjadi sumber benih unggul yang mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas perkebunan nasional," ujar Ebi, Minggu.

Menurutnya, pelepasan varietas menjadi tahapan penting dalam sistem perbenihan nasional karena varietas yang telah memperoleh persetujuan dapat diperbanyak dan dimanfaatkan sebagai sumber benih resmi yang memiliki identitas serta karakteristik yang jelas.

Keberadaan benih unggul dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan hasil produksi dan kualitas komoditas perkebunan. Selain itu, penggunaan benih berkualitas juga mendukung keberlanjutan usaha perkebunan rakyat maupun industri.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Ali Jamil, menegaskan bahwa penguatan sistem perbenihan merupakan salah satu prioritas Direktorat Jenderal Perkebunan dalam mendorong transformasi sektor perkebunan menuju usaha yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing.

"Perkebunan yang maju harus ditopang oleh benih unggul yang berkualitas. Karena itu, kami terus mendorong lahirnya varietas-varietas baru yang adaptif, produktif, dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Inilah salah satu langkah nyata untuk memperkuat daya saing perkebunan Indonesia dari hulu hingga hilir," katanya.

Selain berkontribusi terhadap peningkatan produksi, varietas unggul baru tersebut juga diharapkan menjadi modal penting dalam mendukung program hilirisasi dan diversifikasi produk perkebunan.

Komoditas tebu, cengkeh, dan aren memiliki nilai ekonomi tinggi serta berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk turunan yang mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi petani dan pelaku usaha.

Secara terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan produksi nasional harus ditopang oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi, termasuk penggunaan benih unggul yang berkualitas.

"Kalau kita ingin meningkatkan produksi secara signifikan, kuncinya ada pada benih unggul, teknologi, dan pendampingan yang kuat. Inovasi harus terus didorong agar pertanian dan perkebunan Indonesia semakin maju, modern, dan mampu menyejahterakan petani," ujarnya.

Pemerintah optimistis penambahan varietas unggul baru akan semakin memperkuat fondasi sektor perkebunan nasional. Ketersediaan sumber benih berkualitas diharapkan mampu mempercepat pengembangan perkebunan rakyat, memperkuat hilirisasi, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan kontribusi sektor perkebunan terhadap perekonomian nasional. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Kementan Perkuat Penyerapan dan Distribusi untuk Stabilkan Harga Telur Ayam Ras

Ekonomi

Kementan Perkuat Pengawalan Produksi Pangan di Merauke

Ekonomi

Kementan Pastikan Industri Sawit Tetap Normal, Harga TBS Petani Dijaga

Ekonomi

Kementan Perkuat Pengawasan dan Penindakan Mafia Pangan

Ekonomi

Kementan Perkuat Pengawalan Program Pertanian di 38 Provinsi Lewat BRMP

Ekonomi

Kementan Percepat Optimasi Lahan untuk Dukung Swasembada Pangan Nasional