Pemkab Taput Gandeng Dua Yayasan Perkuat Konservasi dan Pembangunan Berkelanjutan

Administrator - Senin, 08 Juni 2026 20:25 WIB
Bupati JTP, Wabup Deni dan Ketua Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa saat menanda tangani kesepakatan, Senin (8/6/2026).

Tarutung (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa (Tahukah) dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) untuk memperkuat pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di wilayah tersebut.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan, Sekretaris Daerah Henry Sitompul, Direktur Eksekutif Yayasan Tahukah Erwin Alamsyah Siregar, serta Direktur Eksekutif YOSL-OIC Syafrizaldi.

Kerja sama yang disepakati mencakup dua bidang utama. Pertama, penguatan daya dukung berbasis kehutanan dan lingkungan guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kedua, perlindungan Orangutan Tapanuli beserta habitatnya melalui berbagai program konservasi berkelanjutan di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara.

Wakil Bupati Taput Deni Parlindungan Lumbantoruan mengatakan, kerja sama tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang seimbang antara peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

"Tujuan utama kita adalah kesejahteraan masyarakat. Namun, konservasi dan kelestarian lingkungan harus tetap menjadi batasan agar pembangunan tidak merusak ekosistem maupun menimbulkan bencana seperti banjir dan kekeringan," ujarnya.

Deni juga menegaskan pentingnya membangun kemitraan yang harmonis antara pemerintah dan organisasi nonpemerintah (NGO). Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat melahirkan berbagai inovasi, termasuk pengembangan wilayah Masyarakat Hukum Adat (MHA) sebagai pusat penelitian dan kawasan wisata konservasi yang didukung akses strategis dari Bandara Internasional Silangit.

Selain itu, Pemkab Taput mendorong penguatan edukasi tentang Orangutan Tapanuli kepada generasi muda melalui media pembelajaran interaktif, buku, hingga suvenir edukatif. Bahkan, pemerintah daerah berencana membangun ikon berupa patung replika Orangutan Tapanuli sebagai simbol kawasan ekosistem Harangan Tapanuli.

Sebagai bentuk implementasi, program kerja sama akan dilaksanakan di sejumlah desa di Kecamatan Simangumban, Pahae Julu, Sipoholon, dan Parmonangan yang menjadi wilayah prioritas konservasi dan penguatan lingkungan.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Taput berharap upaya pelestarian lingkungan dan perlindungan satwa endemik Orangutan Tapanuli dapat berjalan seiring dengan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Galung)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pemkab Taput Perkuat Sinergi Tapanuli Raya Lewat Pisah Sambut Dandim 0210/TU

Ekonomi

Pemkab Taput Komitmen Lindungi Hak Anak pada Peringatan HAN ke-42

Ekonomi

Pemerintah Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik, Siapkan Pabrik Motor Listrik Nasional

Ekonomi

Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Desa

Ekonomi

Petani Akui Program Pemerintah Tingkatkan Produktivitas dan Ketahanan Pangan

Ekonomi

Prabowo: Bila Perlu Anggaran Pertahanan dan Polri Dikurangi demi Hapus Kemiskinan