Jakarta (buseronline.com) - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan meminta seluruh jajaran Pertamina Group memperkuat pengelolaan risiko dan meningkatkan sinergi bisnis dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Iriawan saat memimpin rapat koordinasi Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT) di
Ballroom Pertamina Club, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis.
Dilansir dari laman Pertamina, rapat tersebut membahas dampak perkembangan geopolitik global terhadap bisnis Pertamina Group serta penilaian ulang peringkat risiko anak perusahaan.
Dalam arahannya, Iriawan menyoroti berbagai tantangan global seperti konflik kawasan, volatilitas harga minyak dunia, tekanan rantai pasokan, fluktuasi nilai tukar, hingga fragmentasi ekonomi global yang berpotensi memengaruhi ketahanan industri energi nasional.
Menurutnya, Pertamina tidak hanya menghadapi tantangan bisnis semata, tetapi juga memikul tanggung jawab strategis sebagai badan usaha milik negara untuk menjaga ketahanan energi dan stabilitas pasokan energi nasional.
"Risiko yang dihadapi saat ini tidak lagi hanya bersifat operasional, tetapi telah berkembang menjadi risiko finansial strategis dan risiko kebijakan. Karena itu, seluruh lini bisnis harus mengelolanya secara hati-hati, cermat, dan terintegrasi," ujar Iriawan.
Ia juga menegaskan bahwa sistem penilaian risiko harus berfungsi sebagai instrumen peringatan dini yang mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi risiko bagi direksi dan komisaris dalam mengambil keputusan strategis.
Selain penguatan mitigasi risiko, Iriawan meminta seluruh unit bisnis dan anak perusahaan menghilangkan ego sektoral serta memperkuat kolaborasi antar perusahaan di lingkungan
Pertamina Group.
Menurutnya, kekuatan Pertamina ke depan tidak hanya ditentukan oleh besarnya aset dan skala bisnis, tetapi juga oleh kemampuan seluruh ekosistem perusahaan untuk bergerak secara terpadu dan saling mendukung.
"Sinergi bisnis
Pertamina Group harus dijalankan secara nyata. Setiap unit bisnis dan anak perusahaan wajib mengutamakan penggunaan produk, jasa, dan kapabilitas internal
Pertamina Group selama memenuhi aspek kualitas dan keekonomian," katanya.
Iriawan optimistis penguatan tata kelola risiko dan sinergi bisnis akan menjadi modal penting bagi Pertamina dalam menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mendukung ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global. (R)