Medan (buseronline.com) - Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 yang akan digelar pada 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Medan diharapkan menjadi sarana diplomasi ekonomi yang memperkuat hubungan antara Sumut dan Malaysia, khususnya Pulau Penang.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi
Sumut Sulaiman Harahap menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan Delegasi Pulau
Penang di Kantor Gubernur
Sumut, Kamis.
Menurut Sulaiman, PRSU bukan sekadar agenda pameran tahunan, tetapi juga ruang strategis untuk mempererat hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Malaysia serta memperluas kerja sama di sektor perdagangan, investasi, pariwisata, dan industri kreatif.
"Pertemuan ini sangat bernilai karena mempertemukan dua wilayah sekaligus dua negara yang memiliki kedekatan historis dan budaya," ujarnya.
Ia menambahkan, PRSU 2026 yang menargetkan 300.000 pengunjung diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha dalam memperkenalkan produk, memperluas jaringan bisnis, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, Exco Perdagangan dan Perpaduan Masyarakat Pulau
Penang Goh Choon Aik menyatakan pihaknya akan kembali berpartisipasi dengan menghadirkan paviliun khusus pada
PRSU 2026.
Penang juga akan mempromosikan sektor pendidikan, kuliner, seni budaya, serta produk UMKM.
Ia menyebut hubungan Medan dan Penang yang telah terjalin sebagai sister city sejak 1984 menjadi modal penting dalam memperkuat kerja sama kedua daerah. "Jarak Penang dan Medan hanya sekitar 45 menit penerbangan, sehingga kerja sama dan mobilitas sangat potensial," ujarnya.
Selain itu, ia mengungkapkan sekitar 60.000 wisatawan Malaysia setiap tahun berkunjung ke
Sumut, dengan Danau Toba menjadi destinasi favorit.
Kunjungan delegasi ini turut dihadiri Konsul Jenderal Malaysia di Medan Syahril Nizam Abdul Malek, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut Yuda Pratiwi Setiawan, serta sejumlah perwakilan OPD dan BUMD Sumut. (P3)