Jateng Perkuat Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Minta Daerah Siaga Kekeringan

Heri - Rabu, 03 Juni 2026 16:00 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Rembug Pembangunan Jateng 2026 Wilayah Solo Raya di Pendopo Kabupaten Boyolali, Selasa (2/6/2026).

Boyolali (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta seluruh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi untuk mempertahankan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Rembug Pembangunan Jateng 2026 Wilayah Solo Raya di Pendopo Kabupaten Boyolali, Selasa.

Menurut Luthfi, Jawa Tengah pada 2025 berhasil memproduksi sekitar 9,1 juta ton gabah kering atau berkontribusi sebesar 15,6 persen terhadap kebutuhan pangan nasional.

Capaian tersebut, kata dia, harus terus dijaga bersama di tengah tantangan musim kemarau yang mulai dihadapi sejumlah daerah.

"Jawa Tengah tetap menjadi lumbung pangan nasional. Tahun 2025 kita sudah menghasilkan 9,1 juta ton gabah kering, dari jumlah itu 15,6 persen untuk kebutuhan nasional," ujar Luthfi dilansir dari laman Jatengprov.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, gubernur meminta pemerintah kabupaten dan kota segera memetakan wilayah rawan kekeringan, sumber air, kebutuhan irigasi, hingga infrastruktur pendukung pertanian yang membutuhkan penanganan.

Pemprov Jawa Tengah juga telah berkoordinasi dengan TNI dalam mendukung program pipanisasi dan sumurisasi di daerah pertanian. Luthfi menjelaskan, TNI akan membantu penanganan sumber air dan pembangunan sumur, sementara Polri mendukung distribusi air menggunakan kendaraan operasional.

"Terkait embung dan irigasi, saya minta TNI ikut memetakan daerah-daerah mana yang akan menjadi intervensi," katanya.

Selain persoalan air, Luthfi juga mengingatkan pentingnya keselamatan petani dalam menjaga produktivitas pangan. Ia meminta pengendalian hama tikus tidak dilakukan dengan cara berbahaya seperti menggunakan setrum listrik.

Sementara terkait gangguan kera di kawasan pertanian, Pemprov Jawa Tengah akan mengajukan surat kepada Menteri Kehutanan guna meminta tambahan kuota penangkapan dan pengamanan satwa liar tersebut.

Dalam forum itu, sejumlah kepala daerah di Solo Raya turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan di wilayah masing-masing.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengatakan daerahnya masih mengalami surplus produksi beras dibanding kebutuhan masyarakat. Meski demikian, ia berharap ada insentif khusus bagi daerah penghasil pangan.

"Karena itu, mohon ada insentif khusus untuk daerah-daerah yang menjadi lumbung pangan," kata Sigit.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyampaikan, pembangunan embung dan peningkatan jaringan irigasi menjadi kebutuhan penting dalam memperkuat lahan pertanian di wilayahnya.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Ekspor Jateng Naik 19,53 Persen pada Januari-April 2026

Ekonomi

Daerah Kedungsepur Kompak Dukung Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah Jateng 2027

Ekonomi

Jateng Siapkan Pariwisata dan Ekonomi Syariah Jadi Motor Baru Ekonomi 2027

Ekonomi

Pemprov Jateng Borong Penghargaan Pendidikan Nasional 2026

Ekonomi

Pemprov Jateng Dorong Kajian Obligasi Daerah untuk Pembiayaan Pembangunan

Ekonomi

PKK Jateng Dorong Penguatan Ekonomi Keluarga Lewat Program Kapulaga