Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengawalan program dan bantuan pertanian di seluruh Indonesia melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) yang menjalankan fungsi koordinasi wilayah di 38 provinsi.
Dilansir dari laman
Kementan, langkah ini dilakukan untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan tepat sasaran dan mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Penguatan pengawalan dilakukan melalui pendampingan program, verifikasi dan validasi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL), percepatan tanam, penerapan modernisasi pertanian, hilirisasi, hingga monitoring dan evaluasi pelaksanaan program di lapangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian nasional membutuhkan pengawalan yang kuat hingga tingkat daerah.
"Kita harus bekerja cepat, solid, dan fokus mengawal program agar produksi pangan terus meningkat dan target swasembada dapat tercapai," ujar Amran.
Menurutnya, seluruh jajaran Kementerian Pertanian harus bergerak dalam satu komando agar program pemerintah benar-benar terlaksana di lapangan.
Penguatan pendampingan, percepatan koordinasi daerah, dan pengawasan implementasi program menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas serta stabilitas pangan nasional. Di berbagai daerah, BRMP Provinsi juga terus memperkuat pengawalan program strategis Kementerian Pertanian.
BRMP Bali memperkuat tata kelola pengusulan CPCL bantuan pemerintah melalui pembentukan tim verifikasi dan validasi serta koordinasi intensif dengan penyuluh dan dinas pertanian kabupaten/kota.
Sementara itu, BRMP Sulawesi Barat melakukan percepatan finalisasi CPCL kakao bersama penyuluh dan dinas daerah guna memperkuat ketepatan sasaran bantuan pemerintah di lapangan. BRMP Sulawesi Tengah juga mempercepat penyiapan data CPCL cetak sawah dan pengembangan kelapa.
Di Sumatera Barat, BRMP setempat melakukan sosialisasi pengusulan CPCL komoditas perkebunan kepada petugas lapangan dan pemangku kepentingan daerah.