Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan komitmennya menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) di tengah tren global yang menunjukkan banyak negara mulai melonggarkan batas defisit fiskal.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan disiplin fiskal yang dikombinasikan dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat menjadi bukti ketahanan
APBN Indonesia dalam menghadapi tekanan ekonomi global.
Pernyataan tersebut disampaikan Suahasil dalam Seminar ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta, Senin.
Dalam paparannya, Suahasil menjelaskan pemerintah menerapkan adaptive budget policy atau kebijakan anggaran adaptif untuk menjaga resiliensi fiskal nasional. Salah satu implementasinya terlihat pada pengelolaan
APBN 2025.
Menurutnya, pada awal 2025 Kemenkeu menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi inefisiensi dalam pengelolaan keuangan negara. Langkah tersebut diwujudkan melalui pemotongan anggaran hampir 9 persen di berbagai lini birokrasi.
"Kami berhasil menghemat anggaran hingga hampir Rp170 triliun tanpa mengganggu operasional pemerintahan," ujar Suahasil dilansir dari laman
Kemenkeu.
Meski melakukan efisiensi besar, pemerintah tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,11 persen sepanjang 2025.