Sukabumi (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat peningkatan produksi pangan nasional melalui Program Optimasi Lahan (Oplah) yang menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat swasembada pangan.
Dilansir dari laman
Kementan, program ini dijalankan melalui percepatan tanam di lebih dari 50.000 hektare lahan Oplah serta dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia.
Langkah tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan kembali lahan pertanian yang kurang produktif agar mampu berkontribusi maksimal terhadap produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim global.
Gerakan Tanam Serentak nasional yang telah digelar untuk keenam kalinya oleh
Kementan dipusatkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi percepatan tanam sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian BPPSDMP, Idha Widi Arsanti mengatakan gerakan tanam serentak menjadi momentum penting dalam mengoptimalkan seluruh potensi lahan pertanian yang tersedia.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan lahan Oplah yang didukung kemitraan CSR menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
"Gerakan ini bukan hanya soal menanam, tetapi memastikan Indonesia memiliki fondasi pangan yang kuat dan berkelanjutan," ujar Arsanti.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian daerah, terutama melalui bantuan infrastruktur dan alat mesin pertanian (alsintan) yang dinilai berdampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas petani.
Direktur Serealia Tanaman Pangan, Gunawan, menekankan bahwa Gerakan Tanam Serentak harus menjadi pemicu konsistensi seluruh penanggung jawab (PJ) di daerah dalam mencapai target swasembada pangan nasional.
Ia juga meminta penyuluh pertanian di bawah koordinasi BPPSDMP untuk terus mengawal pelaksanaan tanam di lapangan serta memastikan pelaporan Luas Tambah Tanam (LTT) dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan.
"Gerakan ini harus terus dikawal, tidak hanya seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya nyata peningkatan produksi pangan nasional," kata Gunawan. (R)