Tangerang (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat transformasi digital perusahaan melalui implementasi Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan efektivitas operasional sekaligus menciptakan nilai bisnis baru.
Dilansir dari laman
Pertamina, transformasi tersebut diarahkan untuk memberikan dampak nyata terhadap performa bisnis dan operasional perusahaan di masa mendatang.
Hal itu disampaikan Senior Vice President (SVP) Pertamina Digital Hub, Ignatius Sigit Pratopo saat menjadi pembicara dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat.
Dalam paparannya, Sigit menjelaskan bahwa
Pertamina telah menempatkan value creation sebagai fokus utama dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).
Langkah tersebut menjadi fondasi perusahaan dalam membangun implementasi AI yang lebih terukur dan berdampak langsung terhadap bisnis.
"Dalam rencana tersebut, kami menetapkan target ambisius, yaitu memberikan dampak EBITDA sebesar US$300 juta pada tahun 2027. Itulah yang menjadi visi kami," ujar Sigit.
Untuk mendukung target tersebut, Pertamina mengembangkan program Digital Factory sebagai pendekatan transformasi digital end-to-end di seluruh lini bisnis perusahaan.
Program tersebut mencakup identifikasi persoalan bisnis, pengembangan Minimum Viable Product (MVP), implementasi solusi digital analytics, hingga scale up ketika solusi terbukti memberikan hasil optimal. Menurut Sigit,
transformasi digital di
Pertamina dibangun dengan komitmen kuat dari jajaran manajemen.
Komitmen itu diwujudkan melalui pembentukan Pertamina Digital Hub yang bertugas mengoordinasikan seluruh inisiatif digital analytics dan AI di lingkungan perusahaan serta melapor langsung kepada Direktur Utama.
Ia menegaskan bahwa implementasi AI di
Pertamina tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi, melainkan pengembangan solusi berdasarkan tantangan operasional yang dihadapi unit bisnis.
"Setelah konsep disepakati bersama bisnis, tim khusus atau squad akan mengembangkan MVP dan menghadirkan solusi digital analytics maupun AI tersebut. Selanjutnya, bisnis akan mengimplementasikan MVP tersebut, dan ketika terbukti berhasil, kami melakukan scale-up. Pada tahap itulah kami mulai merealisasikan nilai bisnis yang nyata," jelasnya.
Implementasi AI dan digital analytics di
Pertamina mulai menunjukkan hasil signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, perusahaan berhasil menciptakan value creation lebih dari US$35 juta.