Presiden Prabowo Bahas Antisipasi Krisis Ekonomi Bersama Tokoh Ekonomi Nasional

Administrator - Sabtu, 23 Mei 2026 11:26 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh ekonomi nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk membahas pengalaman penanganan krisis ekonomi serta langkah antisipatif menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan nasional di tengah dinamika global.

Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh ekonomi nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk membahas pengalaman penanganan krisis ekonomi serta langkah antisipatif menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan nasional di tengah dinamika global.

Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Sejumlah tokoh yang turut hadir diketahui pernah menjabat sebagai menteri maupun Gubernur Bank Indonesia, di antaranya Burhanuddin Abdullah, Paskah Suzetta, dan Lukita Dinarsyah Tuwo.

Menko Airlangga mengatakan, para tokoh tersebut menyampaikan berbagai pengalaman saat menghadapi krisis ekonomi global, khususnya pada tahun 2008. Pembahasan meliputi lonjakan harga minyak dunia, tekanan inflasi, hingga perubahan nilai tukar rupiah.

"Tadi mendampingi Bapak Presiden menerima beberapa tokoh yang pernah menjadi menteri atau Gubernur Bank Indonesia. Dalam pertemuan tadi disampaikan beberapa hal yang menjadi pengalaman mereka saat menghadapi krisis di tahun 2008," ujar Airlangga usai pertemuan.

Ia menjelaskan, Indonesia pernah menghadapi krisis minyak pada 2005 ketika harga minyak dunia melonjak hingga 140 dolar AS per barel dan berdampak terhadap inflasi nasional.

"Di tahun 2005 ada krisis minyak di mana harga minyak bisa naik sampai 140 dolar AS per barel," katanya.

Meski demikian, Airlangga menilai kondisi makroekonomi Indonesia saat ini relatif lebih baik dibandingkan sejumlah periode krisis sebelumnya. Fundamental ekonomi dinilai lebih kuat dan depresiasi rupiah masih terkendali.

"Kalau kita cek dengan konteks hari ini, relatif situasi makro kita lebih baik, fundamental lebih kuat. Dan depresiasi rupiah itu sekitar 5 persen, jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya," ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga meminta jajaran terkait, termasuk Kementerian Keuangan, untuk terus memonitor regulasi yang dapat memperkuat stabilitas sektor keuangan serta menjaga prinsip kehati-hatian perbankan.

"Bapak Presiden meminta kami, Menteri Keuangan, untuk memonitor bagaimana regulasi-regulasi untuk memperkuat situasi finansial dan juga menjaga prudensial dari perbankan kita," ujar Airlangga.

Selain itu, pemerintah menilai perlu dilakukan kajian terhadap penguatan permodalan perbankan mengingat jumlah bank di Indonesia cukup banyak. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional agar tetap tangguh menghadapi dinamika global.

Pertemuan ini sekaligus menegaskan pendekatan Presiden Prabowo yang mengedepankan pengalaman, kewaspadaan, dan penguatan fundamental ekonomi sebagai langkah menjaga stabilitas nasional di tengah tantangan ekonomi dunia. (DKI1)

Editor
: Dirgahayu Ginting

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Wakil Bupati Taput Buka Rapat Pemaparan Rencana Aksi OPD 2026-2029

Ekonomi

Presiden Prabowo: Peran Swasta Penting dalam Mendorong Kemakmuran Nasional

Ekonomi

Wabup Taput Pimpin Panen Raya Ikan Nila BUMDes Saurdot, Dorong Efisiensi Produksi

Ekonomi

Program “Istana untuk Anak Sekolah” Beri Pengalaman Berkesan bagi Ratusan Pelajar dan Mahasiswa

Ekonomi

Presiden Prabowo: Penguatan Alutsista Jadi Tonggak Jaga Kedaulatan Negara

Ekonomi

Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Resmikan Gudang Pangan dan SPPG Polri di Tuban