Jakarta (buseronline.com) - Palang Merah Indonesia (PMI) dan Cruz Vermelha de Timor-Leste (CVTL) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait kerja sama penguatan kapasitas organisasi dan layanan aksi kemanusiaan lintas batas antara kedua negara. Penandatanganan berlangsung di Markas Pusat PMI, Jakarta, Kamis.
Dilansir dari laman
PMI, MoU tersebut ditandatangani Ketua Umum
PMI Jusuf Kalla, dan Presiden CVTL, Madalena Fernandes Melo Hanja Costa Soares. Acara ini turut disaksikan oleh Wakil Ketua Umum
PMI Nanan Soekarna serta Sekretaris Jenderal CVTL Agapito da Silva.
Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Timor-Leste di Jakarta serta mitra Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, termasuk Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Palang Merah Australia, dan Palang Merah Amerika.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menekankan pentingnya solidaritas kemanusiaan lintas negara. Ia menyatakan bahwa kerja sama ini memungkinkan kedua negara saling membantu dalam situasi darurat, tanpa terhalang batas wilayah.
"Jika terjadi bencana di Indonesia, Timor-Leste dapat datang membantu, begitu pula sebaliknya. Kerja sama ini penting karena kita adalah negara bertetangga," ujarnya.
Sementara itu, Presiden CVTL Madalena Fernandes Melo Hanja Costa Soares menyoroti kedekatan geografis dan kesamaan budaya antara Timor-Leste dan Indonesia, khususnya wilayah Nusa Tenggara Timur. Ia menegaskan pentingnya penguatan kapasitas relawan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan.
Nota Kesepahaman ini bertujuan memperkuat kerja sama kemanusiaan, khususnya dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat di wilayah perbatasan kedua negara. MoU ini juga menjadi kerangka kerja dalam pengembangan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi sesuai mandat organisasi Palang Merah.