Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam sidang tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran Kabinet Merah Putih sekaligus menegaskan sejumlah agenda strategis nasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo mengapresiasi semangat pengabdian, kerja keras, dan kekompakan seluruh jajaran kabinet selama dua tahun pertama pemerintahan.
Menurut Teddy, Presiden juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, melindungi kekayaan alam Indonesia, serta menjaga persatuan bangsa di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya persaingan geopolitik.
Selain itu, Presiden memberikan perhatian serius terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia meminta agar dugaan keterlibatan individu maupun korporasi dalam kasus tersebut diusut secara menyeluruh dan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Mengusut tuntas dugaan keterlibatan individu dan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan serta menindak tegas pihak yang terbukti melanggar hukum," ungkap Teddy dalam keterangannya kepada media.
Di sektor pangan dan energi, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya mempertahankan swasembada pangan sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri, termasuk pengembangan biodiesel dan etanol.
Presiden juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan agar menjalankan amanat rakyat dengan keberanian, ketegasan, dan tanggung jawab. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepentingan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Jalankan mandat rakyat dengan berani, tegas dan penuh tanggung jawab demi menjaga kepentingan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Teddy menyampaikan pesan Presiden.
Lebih lanjut, Teddy menegaskan bahwa dua tahun pertama pemerintahan menjadi pijakan penting untuk memperkuat capaian pembangunan dan melanjutkan agenda strategis nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
"Dua tahun pertama menjadi pijakan untuk melanjutkan kerja nyata menuju Indonesia yang mandiri, tangguh dan sejahtera," tutup Teddy.
Melalui sidang kabinet tersebut, pemerintah menegaskan kembali fokus pada penguatan ketahanan nasional, penegakan hukum, swasembada pangan, kemandirian energi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional. (DKI1)