Dinkes Jateng Gencarkan Edukasi Pencegahan Hipertensi dan Obesitas

Heri - Sabtu, 13 Juni 2026 16:30 WIB
Sosialisasi Hipertensi dan Obesitas untuk Masyarakat yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (11/6/2026).

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah terus mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat guna mencegah hipertensi dan obesitas yang kini menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jateng, Heri Purnomo, dalam kegiatan Sosialisasi Hipertensi dan Obesitas untuk Masyarakat yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis.

Menurut Heri, saat ini terjadi pergeseran pola penyakit di masyarakat dari penyakit menular ke penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi dan obesitas. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama karena berdampak terhadap kualitas kesehatan, produktivitas, hingga kondisi ekonomi masyarakat.

"Obesitas dan hipertensi saat ini banyak terjadi di masyarakat kita. Ini menunjukkan adanya pergeseran pola penyakit dari penyakit menular menuju penyakit tidak menular," ujar Heri dilansir dari laman Jatengprov.

Ia menjelaskan, berbagai faktor risiko PTM berasal dari perilaku hidup yang kurang sehat, antara lain merokok, minim aktivitas fisik, rendah konsumsi buah dan sayur, konsumsi alkohol, serta stres. Karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik sehari-hari.

Menurut Heri, olahraga tidak harus dilakukan dengan aktivitas berat. Jalan kaki, berlari, senam, maupun aktivitas fisik lainnya dapat membantu membakar energi yang masuk ke dalam tubuh sehingga mencegah terjadinya obesitas.

Dalam sosialisasi tersebut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RSUP Dr Kariadi Semarang Andreas Arie Setiawan menjelaskan bahwa hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemukan di layanan kesehatan primer dan menjadi faktor risiko utama penyakit jantung serta gangguan pembuluh darah.

Ia menyebutkan, seseorang dikategorikan mengalami hipertensi apabila memiliki tekanan darah 140 mmHg atau lebih. Namun, sebagian besar penderita hipertensi tidak menunjukkan gejala sehingga sering terlambat diketahui.

"Deteksi dini sangat penting dilakukan karena hipertensi sebagian besar tidak memberikan gejala. Perilaku hidup sehat menjadi fondasi utama pengendalian hipertensi," kata Andreas.

Menurutnya, perubahan gaya hidup terbukti efektif membantu menurunkan tekanan darah. Diet sehat dapat menurunkan tekanan darah hingga 8-14 mmHg, olahraga teratur selama 30-45 menit per hari mampu menurunkan 4-9 mmHg, sementara penurunan berat badan 10 kilogram dapat menurunkan tekanan darah sebesar 5-20 mmHg.

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi Tania Tejo Minulyo mengingatkan bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti kanker, penyakit jantung koroner, stroke, gangguan metabolik, hingga asam urat tinggi.

Tania juga mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala awal diabetes yang sering berkaitan dengan obesitas, seperti rasa lapar dan haus berlebihan, sering buang air kecil, mudah lelah, gangguan penglihatan, kesemutan, hingga kram pada kaki.

Untuk mencegah obesitas dan diabetes, masyarakat dianjurkan menerapkan pola makan sehat, menghindari konsumsi kalori berlebih, serta melakukan aktivitas fisik secara rutin sedikitnya 150 menit dalam satu minggu.

Selain itu, pengendalian obesitas perlu dilakukan sejak usia dini, termasuk melalui pemantauan anak yang lahir dengan berat badan lebih dari empat kilogram karena memiliki risiko gangguan metabolisme di kemudian hari. "Kalau ada anak yang masuk kategori obesitas, maka kita punya kewajiban membiasakan pola hidup sehat sejak awal," tegas Tania.

Melalui sosialisasi tersebut, Dinkes Jateng berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pola hidup sehat sebagai langkah utama mencegah hipertensi, obesitas, dan berbagai penyakit tidak menular lainnya. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Berita

Mendikdasmen Resmikan International Class Program di SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus

Berita

Edukasi Kesehatan Mental Santri Diperkuat untuk Cegah Bullying dan Kekerasan

Berita

Investasi Rp15 Triliun Masuk Kendal, Kawasan Industri EV Diproyeksikan Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Berita

Wagub Jateng Tekankan Pentingnya Pendidikan Akhlak Sejak Usia Dini

Berita

Gubernur Ahmad Luthfi: Mal Baru Bukti Jateng Tetap Jadi Magnet Investasi

Berita

SPPG Jateng Diminta Prioritaskan Telur Lokal untuk Program MBG